Sejarah Budaya Korupsi Di Indonesia


Pernahkah kita mendengar beberapa abad tahun yang lalu setelah perang besar berkecamuk di tanah Jawa ada peristiwa diamana  seorang patih yang berkuasa harus menerima tamparan keras dari seorang pangeran Diponegoro?  Apakah penyebabnya adakah kesalahan yang sangat fatal yang telah dilakukan oleh patih tersebut.

Jika kita kembali ke masa lalu dan menjelajahi sejarah Indonesia ketika koloni Hindia Timur baru kembali ke kerajaan Belanda dari tangan Inggris lewat perjanjian ladrente di convension of london, Belanda mendatangkan arus uang yang sangat melimpah dari para penguasa tanah Eropa langsung ke tanah Jawa.

Tapi bukan menjadi sumber kemakmuran rakyatnya pejabat kerajaan waktu itu malah menyalahgunakannya untuk memperkaya diri bahkan rela mengorbankan rakyatnya sendiri untuk ketamakannya, benar-benar  sangat mengecewakan,  ternyata satu isu besar bersembunyi di baliknya yaitu korupsi sudah terjadi pada masa itu.


Sebuah kata yang sering kita dengar terutama di Indonesia apalagi saat sekarang ini  bahkan sejak masih kecil meskipun sudah tau  sesuatu yang buruk  pasti akan terjadi  bagi orang yang melakukan korupsi namun  tetap saja dilakukan.

Hasilnya korupsi menjadi penyebab terhambatnya pembangunan negara kita uang yang hilang akibat ulah korupsi  yang  seharusnya kita bisa lakukan  untuk banyak hal misalnya membangun jalan-jalan infrastruktur, tol dari membuka jalan daerah-daerah yang masih terisolasi membangun  rumah sakit berstandar internasional dan tentu saja subsidi untuk kepentingan rakyat dll.

Dan  kerugian yang paling besar adalah  datang dari rakyat yang tidak percaya lagi pada pemerintahan negaranya kenapa bisa? jadi dengan ketidakadilan di depan hukum dan kemiskinan yang tidak kunjung teratasi masyarakat akan bersikap skeptis dengan segala peraturan dan kebijakan yang dibuat oleh para pejabat kita.

Lalu bagaimana solusinya?  yang sedang dilakukan kita sekarang seperti membentuk KPK untuk mengawasi aliran dana negara dan membuat peraturan-peraturan  anti korupsi semuanya hanya untuk berupaya membentuk pemerintahan yang akuntabel karena intinya menjadi terbuka adalah solusinya.

Ada istilah  “kalau bersih kenapa harus risih”  mungkin jika pada saat itu raja-raja atau pejabat kerajaan di Indonesia  tidak tergiur oleh harta dengan merelakan tanah tanah-tanah keraton atau kerajaan untuk di kelola belanda,  mengurusi hukum dan tidak memihak koloni Belanda dibanding rakyatnya,  pergolakan tidak kepercayaan rakyat tidak akan pernah terjadi dan perang jawa tidak berakhir air tragis seperti dengan kekalahan Pangeran Diponegoro yang di hianati  bangsa sendiri.

Jadi korupsi sudah terjadi sejak jaman dulu dan terus di wariskan sehingga korupsi menjadi hal biasa di kalangan pejabat hingga sekarang.

Subscribe to receive free email updates: