Iklan Digital Atau Konvensional

Untuk memilih iklan digital atau konvensional perlu dipahami pemasaran secara online biasanya menggunakan dua teknik Online Search dan Online Display. Online search berkaitan dengan SEO dari brand atau produk yang di tawarkan di website dan media sosial. SEO (Search Engine Optimization) adalah upaya yang dilakukan oleh pemilik website untuk meningkatkan ranking halaman website agar lebih baik di mesin pencari, khususnya Google.


Website yang sudah dioptimasi  biasanya akan muncul pada halaman pertama hasil pencarian Google, website yang di halaman utam memiliki kesempatan besar untuk dikunjungi oleh para pengguna internet. Online display yakni promosi yang terlihat di beberapa website dan media sosial, seperti banner  yang ada pada website dan situs jejaring sosial.

pemasaran konvensional yakni pemasaran yang menggunakan iklan di media elektronik (televisi dan radio), cetak (surat kabar dan majalah), brosur, PR, events, directs sales, dan personal selling.
pada masa sekarang pemasaran konvensional sudah mengalami pergeseran kurang dianggap efektif dan efisien dibanding pemasarana online dan biaya yang dikeluarkannya pun sangat besar. Seiring meningkatnya pengguna internet di kalangan masyarakat Indonesia, para pemasar harus berpikir ulang untuk menggunakan strategi pemasaran konvensional.

Bagi pemasar yang menggunakan strategi pemasaran konvensional, mungkin hal-hal tersebut sudah cukup membuat brand produk semakin dikenal dan dapat memperluas jangkauan konsumen. Namun hal ini tidak menampik bahwa strategi pemasaran konvensional kurang cocok digunakan, karena banyaknya masyarakat sekarang yang mulai beralih ke media digital.

Dari segi biaya  sangat besar misal anggaran hanya Rp 350.000,-, Anda sudah bisa memasang iklan selama 10 hari di Facebook jangkauannya pun jutaan pengguna Facebook.  berbeda dengan konvesional misal anda menggunakan periklanan brosur dengan anggaran yang sama,  paling hanya bisa mencetak sebanyak 1 rim atau 500 lembar, dengan estimasi 1 orang mendapatkan 1 brosur, artinya jangkauan iklan di brosur hanya terbatas 500 orang saja.

Contoh lain nya, dengan anggaran yang lebih besar misal sebesar 4 juta rupiah anda beriklan di tv lokal , maka iklan akan tayang selama 4 hari dengan durasi 30 detik, dan jangkauannyapun wilayah lokal saja. berbeda dengan online dengan anggaran yang sama, misal iklan muncul di suatu situs Youtube maka durasi tanyangnya bisa sampai  30 hari dengan durasi 30 detik, dengan jangkauan wilayah yang tidak terbatas.

Itulah perbandingan masarin online dengan konvensional memang sangatlah berbeda. jadi harus lebih dipahami dalam menentukan media iklan apa yang akan digunakan. Agar lebih efektif dan efisien jika digunakan sesuai dengan kegiatan usaha anda. jika memiliki kemampuan finansial lebih baik mengintegrasikan kedua strategi pemasaran tersebut.

Subscribe to receive free email updates: